Kamis, 30 Oktober 2014

Berita Investigatif

 Berhati-hati Dalam Memilih Softlens

        Softlens atau yang biasa disebut kontak lensa adalah sepasang benda yang digunakan pada mata yang berfungsi sebagai pengganti kacamata. Softlens ini dikhususkan bagi pendeita mata minus atau plus.Softlens adalah benda yang terbuat dari plastik yang sangat tipis yang mampu menyimpan air dan oksigen. Pada awalnya softlens hanya terbuat dari satu warna saja, yaitu bening. Tetapi seiring denganperkembangan zaman dan gaya hidup, sekarang sudah banyan dijumpai softlens dengan warna yang mencolok. Akhir-akhir ini, softlens bukan hanya digunakan untuk suatu kebutuhan atau sebagai pengganti kacamata saja, melainkan sebagai aksesoris untuk kecantikan. Banyak anak muda yang kurang pengetahuannya tentang bahaya softlens ini sendiri. 
       
       Sekarang ini bukan hanya optik yang menjual softlens tapi di salon-salon maupun toko kecantikan juga sudah banyak beredar berbagai macam merk softlens, bahkan online shop juga banyak yang menawarkan softlens dari harga yang mahal hingga yang paling murah. Namun, ada beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab mengakali trend ini. Oknum tersebut menjual softlens yang sudah kadaluarsa kepada para konsumen. Softlens yang sudah kadaluarsa dicuci bersih memakai alkohol, kemudian dikemas di botol maupun wadah cantik atau bahkan ada wadah yang memang wadah softlens merek mahal yang kemudian dijual. Sebenarnya alkohol sendiri tidak disarankan untuk mata, karena alkohol bisa menyebabkan iritasi atau infeksi. 

Ada beberapa tips yang bisa dilakukan dalam memilih softlens untuk memperkecil resiko terjadinya iritasi pada mata:
  1. Pastikan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter mata, karena setiap orang itu meiliki kondisi mata yang berbeda. Bisa saja mata kita sensitif dan tidak memungkinkan menggunakan softlens.
  2. Beli softlens lebih baik di Optik dan jangan mau tergiur harga murah, karena bisa saja softlens dengan harga murah itulah yang merupakan softlens daur ulang
  3. pastikan pada kemasannya terdapat izin dari DepKes.
  4. Lihat label kadaluarsanya.
   
        


        

Sabtu, 25 Oktober 2014

Berita Interpretatif


Berita interpretatif adalah sebuah jenis berita yang mulai dikenal oleh para jurnalis ketika Curtis D. MacDougall dari Northwestern University, Amerika, menulis buku berjudul Interpretative Reporting pada tahun 1938. Berita Interpretatif berbeda dengan berita yang di tulis secara faktual saja. Berita Interpretatif merupakan sebuah berita yang ditulis dengan menaruh interpretasi di dalam berita itu sendiri sehingga terdapat analisis dari reporter. Dalam berita interpretatif, seorang reporter juga ikut mencoba unutk mejelaskan pangkal permasalahan dari sesuatu yang terjadi tersebut. Dikarenakan berita interpretatif itu bergantung pada fakta dan pertimbangan nilai, maka sebagian masyarakat menyebutnya sebagai "opini". Biasanya Berita interpretatif ditulis karena informasi yang didapat dari narasumber dirasa kurang jelas atau tidak lengkap isi dan maksudnya.


Youtube sebagai Sarana Promosi

Youtube merupakan sebuah situs yang menyajikan video sebagai fitur utamanya. Sekarang media sosial Youtube sudah berkembang pesat. Sekarang ini sudah banyak yang merasakan dampak dari publikasi yang dilakukan melalui media sosial ini seperti yang dilakukan oleh artis mancanegara, yang tenar kerena videonya di Youtube, Justin Bieber.

Sekarang ini sudah banyak masyarakat dunia yang lebih mengandal Youtube ketimbang menonton di televisi. Hal ini tentu saja dimanfaatkan oleh para pebisnis yang menjadikan Youtube sebagai alat promosi yang unggul. Di Youtube, semua orang dapat mengundah video tentang produk atau bisnis mereka secara mudah dan video tersebut dapat dilihat oleh banyak orang dari berbagai belahan dunia. Jika video yang yang diundah tersebut sukses menjadi populer atau viral, maka begitu juga dengan bisnis atau produk yang dipromosikan tersebut. 

Hal yang unggul dari Youtube lainnya adalah tidak adanya batas waktu. Pebisnis dapat mempromosikan dan mendeskripsikan produk dan jasanya secara leluasa dan lengkap.

Tetapi masih banyak masyarakat di Indonesia yang hanya mengandalkan Youtube untuk menonton saja tanpa tahu besarnya peluang yang ditawarkan oleh media sosial ini. 

Dengan adanya media sosial youtube, akan sangat memungkinkan bagi masyarakat Indonesia jika promosi yang dilakukan akan lebih efektif dan efisien. Diharapkan juga bahwa bisnis yang dipromosikan tersebut dapat menjangkau ke daerah yang lebih luas, seperti antar pulau atau bahkan antar negara. 



Kamis, 16 Oktober 2014

Bioskop Bertemakan “Jalanan”

Siapa yang tidak mengenal salah satu jenis sarana tempat menonton film-film baru yang sekarang sudah bisa dijumpai hampir diseluruh kota-kota besar Indonesia. Bioskop memang selalu digemari oleh masyarakat Indonesia dikarenakan banyaknya film-film yang selalu bermunculan di Tanah Air, film karya anak bangsa maupun mancanegara. Salah satu jenis bioskop yang terkenal sekarang ini adalah Blitz Megaplex. 

Blitz Megaplex Bekasi Cyber Park

Blitz Megaplex yang satu ini terbilang unik dan menarik. Blitz Megaplex Bekasi Cyber Park adalah salah satu bioskop yang terletak di Jalan K.H Noor Alie No.177, Bekasi, Jawa Barat. Tempatnya sangat strategis karena berada di tengah mall-mall besar. Blitz Megaplex Bekasi Cyber Park ini juga dekat dengan salah satu Universitas. Hal ini menjadi faktor plus untuk mendapatkan pengunjung karena dapat dipastikan bahwa  sebagian besar pengunjung Bioskop adalah anak-anak muda.

Semenjak dibuka di Bekasi Cyber Park, Blitz Megaplex ini mendapat perhatian yang cukup memuaskan dari para pecinta film. Blitz Megaplex ini berbeda dari blitz-blitz lain dikarenakan konsep yang dipakai oleh pihak kreatif blitz tersebut. Blitz Megaplex ini menggunakan konsep "jalanan". Blitz BCP ini menghadirkan suasana yang biasa dilihat di jalan raya. Ketika memasuki area Blitz, pengunjung akan disuguhi oleh pemandangan yang tidak biasa seperti teleivisi-televisi yang disusun secara artistik di sepanjang dinding. Selain itu dinding-dinding Blitz ini juga dilukis dengan seni 'grafiti' warna-warni yang mencolok dan menarik perhatian.

Seni grafiti  menghiasi dinding Blitz Megaplex

Penerangan Blitz ini juga berbeda dari yang lain. Pihak Blitz tidak hanya menggunakan lampu neon biasa saja tetapi menggunakan kaleng bekas kerupuk yang biasa ada di warung-warung sebagai framenya sehingga lampu-lampu itu tampak seperti lampu sorot.

Lampu-lampu sorot buatan yang menerangi ruangan

Jika pengunjung masuk lebih dalam lagi, akan terlihat area permainan basket kecil untuk para pengunjung yang ingin menunggu mulainya film sambil bermain. Tempat duduk yang disediakan juga unik. Ada tempat duduk yang berbentuk seperti bentuk huruf U. Tempat duduk ini menyerupai arena permainan Skateboard. Ada juga yang dibentuk dengan ban-ban mobil warna-warni.

Arena Permainan Basket kecil

Selain konsepnya yang mencerminkan anak muda, Blitz ini juga mempunyai banyak studio. Blitz BCP ini mempunyai 9 studio yang semuanya berfungsi. Harga tiket Blitz ini juga terbilang murah. Ketika weekdays harga tiketnya hanya RP 20.000-25.000. Harga ini sangat cocok untuk para penonton-penonton muda. Terlebih lagi Blitz BCP ini menawarkan harga Morning shows, yang artinya menonton bisa lebih murah dari harga awal pada jam-jam tertentu yang sudah ditentukan oleh pihak pengelola. 

Bagaimana? Tidak ada salahnya untuk mencoba mengunjungi Blitz yang satu ini, kan. 

Minggu, 05 Oktober 2014

A Little Information About Shibuya

Shibuya.. yep, you probably fimiliar with the name or maybe the place itself. The name "Shibuya" is often used for the shopping district that surrounds Shibuya Station in Tokyo, Japan. What you probably don't know is that Shibuya wasn't always a shopping district. It has, like any other places, its own history.
Let's talk about Shibuya's history for a sec!

Shibuya was actually the site of a castle for the Shibuya family to reside the member of the family back in 11th century and through the Edo period. In 1885, Shibuya started to emerge as railway terminal for southwestern Tokyo. Shibuya. then, became a town in 1909 and the Shibuya town emerged with the neighboring towns of Sendagaya (that included modern Harajuku) and Yoyohata forming The Shibuya Ward of Tokyo City in 1932. Tokyo City became Tokyo Metropolis in 1943, and the current special ward was established on March 15, 1947.
 
Shibuya station sometime between 1912 and 1926

One of the stories that always comes up when we talk about Shibuya is of course the story of Hachiko, a dog who waited on his late master at Shibuya Station every day from 1923 to 1935, later becoming a celebrity for his loyalty. 

Shibuya in 1952

Shibuya also became known as the center for IT industry in Japan in 1990s. At that time, Shibuya was often called "Bit Valley" because the word "Shibuya" literal meaning is "Bitter Valley" as well as Bit, a term that we know refer to computer digits.

Now, Shibuya is known as a popular district for fashion fans and many designers. Fashion and entertainment are the most important industries of the city at this time, making this city full of young people and also as a major nightlife area.









References:
http://markystar.wordpress.com/2013/03/19/why-is-shibuya-called-shibuya/
http://www.dannychoo.com/en/post/25723/History+of+Shibuya.html
http://www.virtualjapan.com/wiki/Shibuya
http://en.wikipedia.org/